Tentang Rindu

Malam, apakah kau punya rasa rindu?
lya, jawab malam
Apa yang kau rindukan?

Malam pun menjawab,
Aku rindu menjadi selimut kekasihku kala ia tidur.
Aku rindu menjadi saksi bisu kala ia sujud.
Aku rindu menyampaikan setiap tetesan air matanya waktu itu.

Siapa kekasihmu itu?
Orang yang sangat mencintaimu sejak belum adanya dirimu.

Siang, apakah kau juga ada perasaan itu?
Tentu, jawab siang.

Memikirkan Laba-laba

Pernah suatu ketika, aku lihat laba-laba kecil bersarang di balik jendela kamarku. Jendela yang jarang sekali kubuka.

Kenapa membuat sarang di sini? Ah, laba-laba ini pasti lebih tahu, pikirku.

Berapa lama laba-laba ini menuggu untuk sekali makan?, tanyaku.

Pernahkah laba-laba ini tidak makan seharian?

Pernahkah putus asa lalu lompat bunuh diri? Haha.

Laba-laba kan beda dengan manusia, bisa jadi pikiran bingung, putus asa, kesal dll tidak pernah terlintas di pikiran mereka.

Tapi bisa jadi mereka juga punya pikiran atau persaaan seperti itu, tapi aku saja yang tidak bisa memahaminya.

Kenapa hewan gak bisa bicara ataupun menulis ya?

Emm, kalo mereka bisa begitu pasti akan marah-marah dan protes padaku.

Wah pusing.

Kecerdasan Interpersonal

Sore itu menjelang maghrib, aku mendapat pesan WA dari temenku kuliah dulu. Dia menanyakan kepadaku apakah masih mau melanjutkan kuliah atau tidak? jika lanjut, dia juga mengajakku untuk mengurusnya bersama. Aku pun menyanggupinya untuk lanjut dan kita sepakat besok untuk ke kampus dan mengurusnya.

Sebelum ke kampus aku coba persiapkan terlebih dahulu berkas-berkas yang diperlukan. Karena sudah begitu lama tidak pernah kupedulikan dengan baik, aku cukup sulit untuk menemukan berkas-berkas itu. Kemungkinannya adalah tertinggal di mess tempat kerjaku dulu. Tapi alhamdulillah aku masih mempunyai Kartu Tanda Mahasiswa sebagai bukti aku pernah berkuliah di situ.


Di sela-sela aku mencari berkas kuliahku, aku menemukan sebuah berkas hasil test psikologiku dulu saat masih SMK. Dulu berkas ini tidak begitu menarik perhatianku untuk aku lihat isinya, entah apa yang merasuki pikiranku waktu itu.

Kemudian aku buka berkas itu dan aku baca-baca isinya. Aku tertarik dengan hasil test itu, terutama pada bagian nilai Kecerdasan Interpersonal, yang nilainya yaitu “Sangat Kurang Sekali“. Itu membuatku penasaran, apasih itu? Kok sampai nilainya begitu. Setelah aku baca-baca, Kecerdasan Interpersonal adalah sebuah bentuk kemampuan dari dalam diri individu untuk memahami serta membedakan suasana hati, motivasi, kehendak serta perasaan orang lain di sekitarnya. Memiliki intuisi yang peka terhadap berbagai ekspresi wajah, gerakan tubuh, serta suara orang lain bahkan mampu memberikan respon positif yang efektif dalam berkomunikasi.

Oh, ternyata itu Kecerdasan Interpersonal. Terus terang memang betul kalo aku sangat kurang sekali dalam hal itu. Dan bodohnya aku, aku benar-benar merasakannya baru setelah membaca berkas itu.

Setelah memahami itu, aku mulai menginstropeksi diriku lebih dalam. Wah, aku merasa banyak sekali kesalahanku. Maafkan aku ya teman-teman dan orang-orang tercinta di sekelilingku atas sikapku selama ini, mungkin kalian merasakan kekecewaan itu.

Aku ingat dulu ibuku sudah mengajariku untuk melatih sikap ini seperti menyuruhku berbicara menyambut tamu yang kebetulan masih keluarga, namun aku cenderung diam dan sibuk dengan duniaku sendiri. Disisi lain aku memang tidak tahu harus bicara apa kepada mereka. Makasih buk.

Selama hayat masih dikandung badan, tidak ada kata terlambat untuk berubah. Ya Allah, berilah kemudahan pada hamba untuk menjadi hambamu yang lebih baik lagi.


Cerita di awal tadi kurasa menjadi contoh bagiku bagaimana temanku memiliki Kecerdasan Interpersonal, dan itu belum kumiliki selama menjadi temannya.

Muk Nyamuk

Nyamuk, bagaimanapun dia wajib menggigit untuk makan. Karena dia memang dirancang seperti itu oleh Yang Maha Kuasa.

Resiko hidup yang diterima nyamuk juga berat. Bagaimana tidak?, kalo dia mencari makan resiko untuk mati begitu besar dan kalo tak makan juga bagaimana bisa hidup?

Kalo dipikir-pikir, yang memberikan tempat untuk mereka bisa hidup juga kita-kita sendiri dengan tidak menjaga kebersihan. Namun kita, lebih tepatnya aku sih yang malah sering menyalahkan bahkan mencaci maki mereka. Yah, emang dasar manusia gak tahu diri.